Pages

Kamis, 29 November 2012

Hal Kematian (Part 1)



I.    MANUSIA TERDIRI DARI JASMANI DAN RUHANI
Telah kita yakini bahwa manusia itu terdiri dari dua unsur, yaitu unsur jasmani ( badan wadhag:Jw ) dan ruhani (nyawa:Jw). Berpisahnya jasmani dengan ruhani ( oncating nyawa lan raga:Jw ), maka hal tersebut disebut “ kematian “.
    “ Ruh dan kematian ” merupakan rahasia Alloh swt. Manusia hanya diberi oleh Alloh ilmu serba sedikit.
1.       Al Qur’an surat Al Isra’ (17) ayat 85 ;
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".

Berdasar ayat tsb di atas, maka pada hakekatnya  kematian seseorang tidak dapat diramal oleh manusia, walaupun manusia itu “ para normal “
  1. Setiap yang bernyawa akan mati  ; Q.S.Al-Anbiya’ (21) ayat 35 ;
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan Hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.
Dikatakan sebagai “ manusia “ apabila masih bernyawa atau masih menyatunya jasmani dengan rohnya. Dan bila sudah mati ( tidak bernyawa ) maka itu namanya “mayit “ atau “bangkai” atau “janazah”.

  1. Kematian akan datang sewaktu-waktu : Q.S.Al A’rof (7) ayat 34 ;
Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu[537]; Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.
[537]  Maksudnya: tiap-tiap bangsa mempunyai batas waktu kejayaan atau keruntuhan.


Intisari ayat nomor 2 dan 3 tsb di atas adalah ;
1)      Kita semua akan mati, ibarat pakaian, ukurannya pasti cocok untuk segala usia. Mati/ajal itu  cocok untuk segala usia : bayi, remaja, dewasa, tua dst.
2)      Mati itu akan datang sewaktu-waktu, kapan akan datang, tergantung Alloh swt. Untuk itu ibarat orang mau bepergian maka kita harus siap, menyiapkan perbekalan yang cukup, sebagaimana Alloh memberi tahu tentang bekal apa yang harus disiapkan bagi setiap manusia yang masih hidup di dunia ini, sebagai bekal untuk kehidupan di akherat nanti. Q.S.Al Baqoroh (2) ayat 197 ;
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi[122], barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats[123], berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. “Berbekallah, dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.
[122]  ialah bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijjah.
[123] Rafats artinya mengeluarkan perkataan yang menimbulkan berahi yang tidak senonoh atau bersetubuh.
[124]  maksud bekal takwa di sini ialah bekal yang cukup agar dapat memelihara diri dari perbuatan hina atau minta-minta selama perjalanan haji.

3)      Setiap manusia akan diuji oleh Alloh berupa cobaan yang terdiri dari dua jenis ;
(a)    Berupa hal-hal yang tidak menyenangkan, yang biasa disebut sebagai “ujian” atau “cobaan”, apapun bentuknya ; kemiskinan, kecelakaan, sakit berat, musibah dll.
Bila kita mendapat cobaan / ujian tsb. cara mengatasinya adalah dengan “kesabaran”
Dengan ujian jenis ini pada umumnya manusia dapat lulus.
(b)   Berupa kebaikan / hal-hal yang menyenangkan, berupa ; harta yang banyak, jabatan, sukses di bidang ekonomi dll. Dengan ujian bentuk ini ternyata manusia justru banyak yang tidak lulus (gagal). Dengan bergelimang harta, jabatan yang tinggi, harta yang berlimpah, malah gagal hidupnya, dunia seolah mau dikuasai sendiri. Untuk menanggulangi ujian bentuk ini adalah dengan “ syukur nikmat
Harta dan jabatannya digunakan sesuai arahan Alloh swt.
§  Ibadahnya orang kaya dengan hartanya ,
§  Ibadahnya orang pintar dengan ilmunya ,
§  Ibadahnya pajabat dengan jabatannya ,
§  Ibadahnya orang miskin dengan kesabarannya dst.
Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bisa menyiapkan bekal menghadapi kematian. Apapun peran kita, betapapun kondisi dan posisi kita tetap dapat kita jadikan alat ibadah sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, Allah Maha Tahu kondisi kita masing-masing. Nilai ibadah /amalan kita tergantung niat kita.

1 komentar:

  1. Lucky Club Casino Site | Join Online Casino
    Lucky Club is the UK's leading online casino and betting website. We are licensed and luckyclub regulated by the Gambling Commission to provide a safe and secure

    BalasHapus